Indikator Momentum sangat efektif untuk mengetahui sentimen harga pasar. Ini membantu mendapatkan ide tentang kekuatan pasar. Dalam strategi perdagangan sederhana ini, Anda dapat menemukan sinyal perdagangan dengan bantuan indikator momentum. Di sini kita akan membahas tentang proses pengaturan indikator momentum dan aturan pengaturan jual-beli dengan contoh.
Indikator yang Diperlukan:
1. Indikator Momentum.
Aturan Pengaturan Beli:
✔Pasar harus memulai reli uptrend.
Indikator Momentum harus melintasi level 100 dari bawah ke atas.
✔Candle harus bullish untuk memenuhi kondisi strategi ini.
✔ Tempatkan order beli setelah menutup candle bullish.
Aturan Pengaturan Jual:
✔Pasar harus memulai reli downtrend.
Indikator ✔Momentum harus melintasi level 100 dari atas ke bawah.
✔Candle harus bearish untuk memenuhi kondisi strategi ini.
✔Lakukan order sell setelah menutup candle bearish.

Pada grafik EURUSD H4 di atas, kita bisa melihat indikator momentum melintasi level 100 dan memulai reli bullish yang naik 230 pips. Dengan aturan strategi ini, 100 pips lain diperoleh dari pengaturan penjualan.
Jangka waktu:
H1 & H4 lebih disukai untuk mendapatkan lebih banyak. Dapat digunakan untuk tujuan scalping.
Pasangan mata uang:
Semua pasangan trendi.
Ambil untung dan hentikan kerugian:
Take profit akan menjadi 50-200 pips untuk jangka waktu h4. Untuk kerangka waktu yang lebih rendah, Anda dapat mengatur TP sesuai dengan momentum pasar. Stop loss akan 30-60 pips. Anda dapat mengatur SL pada swing tinggi atau rendah
Peringatan risiko:
Strategi ini bekerja dengan baik di pasar tren. Jika Anda ingin menggunakan strategi ini di akun live Anda, Anda perlu berlatih di demo. Anda harus mengikuti manajemen uang yang tepat selama menggunakan strategi ini.

Labels:
Indicator,
Strategi Trading