Pivot merupakan sebuah tool yang digunakan untuk membantu trader. Namun, akan timbul masalah jika kita tidak sungguh mengetahui cara menentukan open posisi dengan menggunakan pivot.
Pivot merupakan sebuah tool yang digunakan untuk membantu trader dalam analisa perdagangan forex. Banyak trader menyukai Pivot Point sebagai patokan trading. Namun, akan timbul masalah jika kita tidak sungguh mengetahui cara menentukan open posisi dengan menggunakan pivot, karena akan cenderung mengalami kerugian akibat salah menempatkan open position (OP) secara tepat.
Pivot point sendiri terdiri dari level-level harga yang ditentukan dari pergerakan hari sebelumnya atau periode trading sebelumnya. Biasanya terdapat 3-7 level harga, berupa S1, Pivot, dan R1, atau dilengkapi juga dengan S2, S3, R2, dan R3. S di sini merupakan kependekan dari level Support, sedangkan R adalah level Resistance.
Dalam penggunaannya, berikut cara memprediksi pergerakan harga dengan Pivot Point.
1. Bila harga berada di atas pivot, maka pergerakan akan cenderung ke R1.

2. Jika harga berada di bawah pivot, maka pergerakan akan cenderung ke S1.

3. Bila harga tidak mampu menembus R1, maka harga akan berbalik menuju S1.

4. Jika harga tidak mampu menembus S1, maka harga akan berbalik menuju R1.

5. Bila harga mampu menembus R1, maka harga akan melanjutkan ke R2.

6. Jika harga mampu menembus S1, maka harga akan melanjutkan ke S2.

7. Bila tertembus lagi akan melanjutkan ke R3.


8. Jika tertembus lagi maka akan melanjutkan ke S3.

Dari pergerakan tersebut hanya sebagai dasar terjadinya pergerakan. Namun, semua ini harus dilakukan praktek dengan banyak latihan minimal selama 6 bulan. Selain untuk memprediksi harga, Anda juga bisa menggunakan pivot points sebagai dasar penempatan stop loss dan take profit di pasar yang trending.

https://www.seputarforex.com/artikel/cara-memprediksi-pergerakan-harga-dengan-pivot-point-89311-31
Labels:
Artikel Forex